Posts

Pekerja Ibu Kota

Hey, kamu, bagaimana rasanya tumbuh menjadi dewasa? Menyenangkan? Atau justru melelahkan?  Saat saya kuliah, banyak sekali teman-teman yang bercita-cita bekerja di ibu kota, kota yang menurut survey menduduki peringkat ketujuh dunia kota dengan kemacetan terparah. Memang siiih jumlah pendapatan per-bulan, pengembangan karir, dan pencarian relasi cukup menjanjikan disini jika dibandingkan kota lain di Indonesia. Namun, sadarkah kalian? Kota ini betul-betul menguras waktu hidup kita pula. Saya sempat berfikir, akankah hidup ini hanya akan digunakan untuk bekerja dan mengumpulkan uang? Tapi, bukankah harta yang susah payah kita kumpulkan itu tidak bisa dibawa ke liang lahat ?  Sebenarnya untuk siapa orang mencari uang sebegitu payahnya? Untuk keturunannya kah? Tapi bukankah harta yang dititipkan kepada keturunan kalian juga tidak luput dari perhitungan Tuhan di kehidupan yang abadi ? Akankah keturunan kalian mengelola harta itu dengan baik dan membuat derajat kalian terangk...

PEREMPUAN HARUS BEGINI & BEGITU, KATANYA.

Semakin tua seorang perempuan, nyatanya tuntutan sosial yang datang juga semakin banyak. Maksutnya? Ya tuntutan yang entah dari mana datangnya menuntut perempuan untuk menikah diusia tertentu, menuntut perempuan untuk memiliki anak diusia tertentu, menuntut perempuan untuk pandai mengurus suami dan anaknya kelak. Perempuan ideal yang didambakan, katanya. KATA SIAPA? KATA ORANG LAH. Lalu? Mana yang lebih baik? Menjadi PEREMPUAN yang tetap berKARIR atau menjadi seorang IBU RUMAH TANGGA yang mengurus suami dan anaknya di rumah? TIDAK ADA YANG LEBIH BAIK. Setiap perempuan mengetahui betul apa yang terbaik untuk dirinya dan orang di sekitarnya. Perlu diingat, apapun pilihannya, semua akan ada BAIK dan BURUKnya. Jadi, LAKUKAN atau PILIH sesuatu BUKAN karena KAMU PEREMPUAN. Lakukkan atau pilihlah bukan karena TUNTUTAN atau PERKATAAN ORANG. Tapi lakukan karena kamu BAHAGIA akan itu. Pilihlah pilihan yang lelahnya pun dapat membuat kamu  bahagia. BAHAGIA UNTUK MENIKMATI SETIAP PR...

Misteri di Setiap Detik

Hari sudah pagi, namun hari ini masih cukup gelap, efek diguyur hujan semalaman dan hujan pun baru berhenti subuh tadi. Sudah jadi kebiasaan pagi saya untuk jogging di sekitar stadion olahraga sekitar 30menit sebelum memulai kegiatan di pagi hari. Hari ini rasanya agak sedikit berbeda, selain saya bisa melihat kabut embun tebal yang jarang saya lihat, saya juga melihat seorang Pedagang Cilok dan pedagang lain yang sudah mulai merapihkan dagangannya. Padahal hari ini mendung dan tentunya hanya sedikit orang yang berolahraga daripada biasanya. Dari jauh saya perhatikan seorang Pedagang Cilok, kemudian saya memutuskan berhenti sejenak, dan membeli cilok sembari basa-basi bertanya “Pak, ini gerimis, sepi, kenapa jualan jajan pagi sekali?”. Kemudian bapak itu menjawab sembari melawak, tapi ada satu kalimat yang membuat saya kagum pagi itu.   “Neng, Tuhan itu Maha Pemberi, rezeki kita sudah diatur sama yang Maha Pemberi, tinggal bagaimana kita mengusahakannya, Tuhan punya Rezeki un...

Bahan Evaluasi HRD

Hai! Selamat Pagi! Akhirnya setelah sekian lama, saya mencoba membuka blog kembali dan mencoba menulis kembali. Dibawah ini saya mengambil cerita saya dengan oknum HRD karena saya juga masih melihat banyak HRD yang sangat baik dalam kinerjanya. Semoga cerita ini bisa menjadi evaluasi tambahan untuk pembacanya yaaaa... Damai dulu kita! ^.^ Saya lulus dari sebuah Perguruan Tinggi Negeri   (PTN) ternama di Indonesia, tidak ada maksud bersikap sombong, hanya saja memang sering disebut demikian oleh mayoritas penduduk Indonesia dan tentunya dibenarkan juga oleh banyak situs website yang didukung oleh banyak faktor penilaian. Lulusan dari PTN ternama, tidak lantas menjadi jaminan bahwa setelah lulus akan langsung ada perusahaan yang tertarik untuk menerima saya menjadi salah satu bagian mereka layaknya pemikiran naif anak kelas 3 SMA ketika memilih sebuah perguruan tinggi negeri terbaik. Saya lulus pertengahan tahun ini, berbarengan dengan kehadiran Covid-19 di Indonesia dan berb...

Don't Spend Your Times

Dunia itu aneh menurut saya, tapi memang seperti itu adanya, semua serba dipasangkan. Kehidupan di dunia memang seperti roda yang berputar. Ada yang sedang berkecukupan, tapi ada juga yang sedang kesusahan. Ada yang sedang bergelimang kebahagiaan, tapi ada juga yang sedang dirundung kesedihan. Dan lain lainnya. Tapi, ada satu hal yang saya sadari, ada sesuatu yang harus kita manfaatkan dengan baik, karena ternyata dia sungguh berarti, bahkan ketika kita memikirkannya, ia dapat menjadi kontrol diri dalam bertindak dan berbuat. Orang-orang di dunia menyebutnya “WAKTU” .

Pemimpin dan Aktivis

Pada dasarnya, seorang pemimpin adalah seorang pembicara yang baik. Tapi sebenar-benarnya pemimpin ialah mereka yang mampu menjadi sorang pembicara sekaligus pendengar yang baik. Memang sulit untuk dapat menjadi pendengar yang baik karena mulut selalu saja ingin berbicara, karena setiap manusia memiliki sifat yang selalu ingin didengar dan diperhatikan. Seorang pemimpin ialah mereka yang yang mampu menempatkan dirinya sendiri dalam kondisi apapun. Bahkan ketika ia sedang berkonflik dengan batinnya, ketika ia membenci apa yang sedang ia lakukkan, ia tetap berusaha tersenyum sehingga anggota yang lainpun merasa nyaman dan bersemangat. Seorang pemimpin ialah mereka yang selalu haus akan ilmu, selalu bertanya akan segala hal yang tidak dimengerti, selalu mencoba hal baru, dan selalu membagikan ilmu yang ia miliki. Ketika seorang pemimpin membagikan ilmu yang ia miliki, ia tidak akan pernah merasa rugi, tetapi disanalah ia mengasah ilmu yang telah didapat. Lalu, seorang aktivis...

Seorang Anak dan Bunga di Taman

Setiap anak yang dilahirkan ke dunia seperti bunga-bunga yang tumbuh di taman. Mereka beranekaragam dan mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang sangat cantik, terlihat berkilau, harum, dan sedap dipandang mata. Namun, ada juga yang layu seperti tak bernyawa. Namun, karena mereka berbeda, itulah yang membuat dunia ini menjadi sangat indah. Andai tak ada bunga yang cantik pasti semua terlihat sama. Begitupula sebaliknya, jika tidak ada yang buruk bagaimana kita melihat ada yang sangat cantik? Anak di dunia ini, mereka semua terlahir sama, namun yang akan membedakan mereka suatu saat nanti adalah nilai dan moral yang ditanamkan orangtua mereka. Mengapa saya katakan hanya nilai dan moral dari orangtua? Karena saya yakin, seburuk apapun lingkungan yang akan mereka hadapi kelak, jika nilai dan moral yang ditanamkan orangtua mereka sejak nol tahun itu sangat kuat, maka sang anak akan memiliki kontrol diri yang sangat baik ketika mereka terjun ke dunia yang nyata. Jangan ...