Pekerja Ibu Kota
Hey, kamu, bagaimana rasanya tumbuh menjadi dewasa? Menyenangkan? Atau justru melelahkan? Saat saya kuliah, banyak sekali teman-teman yang bercita-cita bekerja di ibu kota, kota yang menurut survey menduduki peringkat ketujuh dunia kota dengan kemacetan terparah. Memang siiih jumlah pendapatan per-bulan, pengembangan karir, dan pencarian relasi cukup menjanjikan disini jika dibandingkan kota lain di Indonesia. Namun, sadarkah kalian? Kota ini betul-betul menguras waktu hidup kita pula. Saya sempat berfikir, akankah hidup ini hanya akan digunakan untuk bekerja dan mengumpulkan uang? Tapi, bukankah harta yang susah payah kita kumpulkan itu tidak bisa dibawa ke liang lahat ? Sebenarnya untuk siapa orang mencari uang sebegitu payahnya? Untuk keturunannya kah? Tapi bukankah harta yang dititipkan kepada keturunan kalian juga tidak luput dari perhitungan Tuhan di kehidupan yang abadi ? Akankah keturunan kalian mengelola harta itu dengan baik dan membuat derajat kalian terangk...